2 Hari Bersama Ruben Onsu dan Crew Survivor Trans TV




                Suatu kebanggan bagi Komunitas Songennep Tempo Doeloe yang telah diberi kepercayaan untuk menemani Ruben Onsu dan crew Tans Tv dari acara Survivor untuk mengekplorasi Madura. Tepat pada hari Rabu, tanggal 27 Nopember 2013 team creative acara Survivor tiba di bumi madura. Pada saat itu pula, saudara Sutam Teguh W selaku ketua Komunitas Songennep Tempo Doeloe langsung bertindak sebagai guide bagi crew untuk menentukan lokasi shooting.
                Tahap pertama, yang terpilih adalah lokasi Suramadu sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Di jembatan pengikat pulau Jawa dan Madura ini mulai dilakukan pengambilan gambar pertama. Hari jum’at adalah hari pertama pengambilan gambar acara Survivor di Bumi Madura. Selaku presenter, Ruben Onsu mengenalkan pada masyarakat luas tentang keberadaan Suramadu.
                Selanjutnya pengambilan gambar dilakukan di Kabupaten Pamekasan. Di tempat ini yang dipilih menjadi objek adalah keberadaan Karapan Sapi, sebagai aktivitas yang menjadi ikon dari Madura. Pengambilan gambar berjalan dengan lancar karena kerjasama yang baik dari semua pihak yang peduli pada pelestarian budaya. Tidak ada halangan yang berarti pada saat proses pengambilan gambar di tempat ini.
                Setelah bermalam di Kota Arek Lancor, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten ujng timur pulau Madura, yaitu Kabupaten Sumenep. Ada tiga segmen pengambilan gambar di tanah kelahiranku ini. Segmen pertama adalah keberadaan tenaga manusia untuk menarik bajak sawah. Jika di daerah lain di Madura dan Indonesia pada umumnya sapi digunakan sebagai hewan untuk menarik bajak, ini tidak berlaku di daerah Saronggi.
                Di Saronggi kita dapat menyaksikan pemandangan bahwa tenaga manusia menjadi pilihan utama untuk menarik alat bajak tradisional. Belum ada yang mengetahui secara pasti mengapa aktivitas menarik bajak dilakukan oleh manusia di Saronggi. Namun kita harus bangga, karena ini adalah bagian dari keaneka ragaman budaya Madura. Di lokasi ini pula Ruben Onsu beserta crew melakukan pengambilan gambar upaya Ruben Onsu untuk tetap bisa survive di daerah yang tradisional.
                Segmen berikutnya adalah waktu malam hari, pada saat berlangsungnya pagelaran lomba musik tong-tong se Madura yang di tempatkan di Sumenep. Sikap kooperatif grup musik tong-tong peserta cukup membantu lancarnya proses pengambilan gambar. Kebahagian terpancar dari wajah kawan-kawan Komunitas Songennep Tempo Doeloe yang bertindak sebagai fixer acara selama shooting di Madura. Upaya kawan-kawan yang mendapat respon positif dari crew Survivor Trans Tv menjadi obor penyemangat untuk kegiataan selanjutnya.
                Minggu tanggal 1 Desember adalah hari akhir proses shooting di Madura. Tempat yang dipilih adalah lokasi pertambangan batu putih di Desa Batu Putih Daya. Menurut crew, lokasi ini sangat menarik karena mengandung unsur keindahan alam, ragam budaya dan aktivitas sosial yang menarik. Disini Ruben Onsu sang host acara ikut menikmati jerih payah menjadi penambang batu putih sebagai bahan dasar dalam pembuatan rumah di Madura. Akhirnya proses shooting bisa terselesaikan tepat waktu. Kebagahagian crew menjadi kebahagian pula bagi Komunitas Songennep Tempo Doeloe yang bertindak sebagai fixer. Semoga ini menjadi awal bagi publikasi wisata Madura, khususnya di Sumenep. Semoga dengan adanya kegiatan ini pula mata hati para pejabat di Sumenep jadi terbuka dan menyadari bahwa sebenarnya Sumenep itu indah, Sumenep punya nilai jual wisata yang berharga, Sumenep itu penuh keragaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tambang Batu Putih Batu Marmar : Cara Masyarakat Batu Marmar Menjawab Tantangan Alam

Pulau Sepudi Dan Pesonanya Yang Disimpannya (Part 1)