ASTA TINGGI : SINGGASANA TERAKHIR RAJA-RAJA SUMENEP

                Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Madura. Meskipun jaraknya jauh dari pusat ibu kota propinsi, hal ini tidak menjadikan kabupaten ini menjadi daerah yang terbelakang. Hal ini di buktikan dalam catatan sejarah bahwa ternyata keberadaan Sumenep sangat penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Kerajaan besar seperti Majapahit bisa berdiri karena andil seorang pemimpin Sumenep yaitu Arya Wiraraja.
paseser
dok.pribadi
                Dalam psejarah perkembangan Islam Kabupaten Sumenep juga memiliki peran yang cukup signifikan bagi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa seperti kerajaan Islam Demak dan Mataram. Oleh karena itu hingga sekarang bagi kita yang gemar menikmati wisata religi ziarah,kita bisa mengunjungi situs makam “Asta Tinggi “. Di situs ini terdapat Makam beberapa tokoh yang pernah menjadi pemimpin di Sumenep.
                Makam ini terletak di Desa Kebonagung,sebelah barat dari kota Sumenep. Akses menuju tempat ini tidaklah sulit karena situs ini selalu ramai di kunjungi para peziarah dari seluruh penjuru Indonesia. Keberadaan lokasi makam yang tepat berada di bukit kapur menjadi daya tarik tersendiri. Karena dari situs ini kita dapat mengetahui konsep kosmologi yang berkembang di Sumenep. Kompleks makam ini sendiri mulai dibangun sejak tahun 1750. Kompleks makam ini dipilih sebagai tempat “peristirahatan terakhir” para pemimpin Sumenep beserta keturunannya.
                Kompleks makam Asta Tinggi menawarkan pula pelajaran yang menarik tentang arti toleransi antar ummat beragama. Pada masing-masing cungkup makam raja-raja Sumenep,kita akan menemui adanya perbedaan arsitektur cungkup yang mampu mewakili sejarah sosial pada masanya. Ada cungkup makam yang penuh dengan ornamentasi China,Eropa maupun pengaruh dari Jawa. Dan ini berarti menunjukkan sikap masyarakat Madura yang tenuh toleransi terhadap kebudayaan luar tanpa mereka kehilangan identitas budaya aslinya.
                Tata letak makam yang menarik akan mengingatkan kita pada salah satu kearifan lokal Masyarakat Sumenep dalam aspek sistem religi yang dianut oeh mereka. Ada 4 Cungkup utama di area situs ini yang dapat kita kunjungi untuk berziarah maupun belajar sejarah. Pada halaman bagian barat,ada 3 cungkup makam yang berisi Jirat/Kijing Makam para pemimpin Sumenep diantaranya : Cungkup P. Pulang Jiwa, Bindara Saod dan Pangeran Jimat. Di area lain ada Cungkup Sultan Abdurrahman yang namanya begitu populer karena berkaitan dengan penulisan buku “History of Java” . Sultan Abdurrahman dianggap begitu berjasa karena telah membantu penulisan buku tersebut.

                Asta Tinggi sangatlah tepat ketika kita pilih sebagai sarana wisata religi dan sejarah di Sumenep. Selain kita bisa belajar tentang sejarah perkembangan Islam di Madura,melalui Asta Tinggi kita bisa pula berwisata religi agar semakin dengan dengan Sang Pencipta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tambang Batu Putih Batu Marmar : Cara Masyarakat Batu Marmar Menjawab Tantangan Alam

2 Hari Bersama Ruben Onsu dan Crew Survivor Trans TV

Pulau Sepudi Dan Pesonanya Yang Disimpannya (Part 1)