PESONA ALAM DESA BATANG-BATANG, SUMENEP
Mendengar
nama Madura, kebanyakan orang luar akan mengenalnya sebagai sebuah pulau yang
memiliki kondisi geografis yang gersang, tandus dan panas karena dikelilingi
laut. Penilaian ini muncul dibenak orang-orang luar Madura yag belum mengenal Madura
yang sebenarnya. Seperti halnya yang kami temukan di Desa Batang-batang
Kecamatan Batang-batang. Daerah ini memang merupakan daerah dengan kondisi
geografis yang tanahnay didominasi oleh batuan kapur.
Mendengar
nama Batang-batang, para pecinta wisata alam pasti akan memikirkan Pantai
Lombang yang menawan karena hamparan pasir putihnya yang berhiaskan pohon
cemara udang (Casuarina
equisetifolia ) di
sepanjang bibir pantainya. Keberadaan Pantai Lombang memang sudah begitu
populer bagi para wisatawan lokal maupun internasional.
Namun sedikit
orang yang menyangka bahwa dalam rute perjalanan dari kota Sumenep menuju
Pantai Lombang ada sebuah desa yang memiliki pemandagan alam yang begitu
menawan yaitu Desa Batang-batang. Disepanjang jalan di desa ini dipenuhi
tanaman pohon siwalan atau pohon lontar (Borassus flabellifer). Deretan pohon
siwalan yang menghiasi jalan setapak yang ada di Desa Batang-batang ternyata
menyajikan pemandangan yang menarik.
Deretan
pohon siwalan ini menjadikan pemandangan hijau dan sejuk di sepanjang jalan. Bagi
penikmat fotografi panorama, daerah ini mampu menjadi objek fotografi yang
sebenarnya sangat menarik untuk diabadikan. Sambil menikmati panorama alam yang
luar biasa, kita dapat menghirup udara yang sejuk dan segar di tanah Madura
yang katanya gersang. Pohon yang memang bisanya tumbuh di dataran tandus ini
menawarkan keunikan tersendiri bagi penikmat wisata alam.
Hijaunya
pemandangan alam di desa ini setidaknya mampu memberikan gambaran bagi
masyarakat luas bahwa Madura tak selalu gersang, Madura tidak selamanya tandus
dan Madura mampu menawarkan kesejukan alamnya. Rasanya memanglah rugi ketika
kita hanya berkinjung ke Pantai Lombang namun tidak menyempatkan diri untuk
sejenak beristirahat menikmati kesejukan alam Desa Batang-batang.
Di daerah
ini pula kita akan dapat menyaksikan masyarakat yang berprofesi sebagai pembuat
legen (la’ang = bahasa Madura) mampu memanjat pohon-pohon yang tinggi
ini untuk sekedar membuat minuman tradisional. Buah Siwalannya pun dijual oleh
masyarakat untuk dijadikan bahan pembuatan es buah ataupu es campur. Inilah sisi
lain dari Madura yang Indah, Madura yang menawan.



Sayang, saat aku ke sana kemarin hujan. Dan cuma datang ke daerah Leggung Bara' melihat rumah manusia pasir. Keren memang, kecamatan Batang-batang ini. :D
BalasHapusKapan-kapan balik lagi mas....paling asyik klo pas musim kemarau... :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus