Tambang Batu Putih Batu Marmar : Cara Masyarakat Batu Marmar Menjawab Tantangan Alam


                Masyarakat Madura memang memiliki stereotipe masyarakat yang ulet, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Kondisi alam sesulit apapun akan mampu ditaklukkan oleh masyarakat Madura. Keberadaan lingkungan alam yang menantang, menjadikan masyarakat Madura sebagai masyarakat yang tangguh dalam menjawab tantangan alam. Seperti halnya yang dialami oleh masyarakat di Kecamatan Batu Marmar Kabupaten Pamekasan, lingkungan alam yang tandus tidak menjadikan mereka menjadi masyarakat yang lemah kemudian pergi dari tanah kelahirannya untuk mencari lingkungan yang relatif nyaman.
                Batu Marmar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang terletak di pantai utara. Jarak tempuh dari pusat kota berkisar 30Km dengan jalan yang unik dan menawarkan pemandangan alam desa yang menarik. Secara geografis, daerah ini merupakan perbukitan kapur yang tandus.
Bukit kapur yang terhampar di Batu Marmar ternyata memberikan pelajaran berarti bagi masyarakat untuk menaklukkannya. Bukit kapur yang terhampar luas tersebut mampu disulap masyarakat sekitar untuk dijadikan tambang batu putih yang berguna sebagai salah satu bahan dasar dalam membuat rumah bagi masyarakat Madura. Sebagian besar masyarakat di Batu Marmar yang berada disekitar bukit kapur memilih profesi sebagai penambang batu putih. Masyarakat menggunakan peralatan yang semi modern untuk menambang bukit-bukit kapur yang ada.
                Tak ada yang menyangka bahwa kearifan lokal masyarakat sekitar dalam menambang batu putih di bukit batu kapur tersebut menyisakan suatu pemandangan yang menarik. Sisa-sisa pertambangan batu putih menjadikan daya tarik wisata tersendiri bagi saya. 
Monumen-monumen batu yang tersisa dari pahatan-pahatan batu ini menjadi sebuah pemandangan yang menawan. Kesan undakan batu yang tertata rapi menjadikan daerah ini layak untuk dijadikan sebagai tempat wisata alam yang menarik bagi para penikmat wisata alam. Dari puncak bukit kapur, kita bisa menikmati relung-relung pahatan rapi dari para penambang sehingga menyisakan pemandangan yang eksotis.
                Bagi para penikmat wisata sosio-kultural, kemampuan masyarakat dalam menaklukan alam bisa menjadi sebuah pelajaran berarti tentang sebuah nilai kearifan lokal yang hingga saat ini masih berlangsung. Bentuk kearifan lokal ditandai dengan kecakapan masyarakat dalam menambang batu putih yang masih menggunakan alat-alat sederhana. Sedangkan untuk mengangkut hasil mereka, diperlukan tenaga angkutan modern berupa truk yang sudah siap membawa hasil tambang daerah ini untuk dipasarkan di daerah lain.

                Tak sekedar truk biasa,kenunikan dan pelajaran berarti dapat kita peroleh dari kecakapan supir-supir truk dalam melintasi rute yang amat sulit. Bagi penggila otomotif, kemampuan supir-supir truk ini layak untuk diperhintungkan karena kecakapan mereka dalam menaklukkan medan yang menurut saya sangat berbahaya. Tak ada rasa takut ataupun nyali yang ciut untuk menaklukkan tantangan alam ini. Kesan yang muncul dalam benak saya adalah Masyarakat Madura adalah masyarakat yang luar biasa hebat.

Komentar

  1. Waaah! Pamekasan, pernah lihat, dan baru ingat. Juga belum pernah ke sana. Bisa jadi agenda berikutnya nih untuk Plat-M. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mas....kapan2 kita kesana...eksplore pesona pesisir utara Madura... Sukses slalu buat saudara2 Plat-M :D

      Hapus
  2. bagus banget mas.. pengen kesana.. ajak kita ya kapan-kapan.. seru banget kayaknya nih.. ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Hari Bersama Ruben Onsu dan Crew Survivor Trans TV

Pulau Sepudi Dan Pesonanya Yang Disimpannya (Part 1)